Kesalahan Yang Sering Dilakukan Praktisi SEO Pemula

Posted on

Kesalahan Yang Sering Dilakukan Praktisi SEO Pemula Apasih Goal SEO? Apakah cuma tembus halaman 1 Google? Goal atau tujuan mendasar SEO ialah mendatangkan banyak traffic tertarget menuju website terletak di halaman depan mesin pencari sungguh salah satu kuncinya namun bukan suatu tujuan utamanya. Mengapa demikian? Sebab belum tentu web yang ada di halaman depan dari sebuah kata kunci mendapat traffic tinggi. Bukankah logikanya situs yang ada di halaman satu secara otomatis traffic naik?

Memang benar seperti itu, namun dari keyword yang gimana dulu, itulah kesalahan yang sangat sering dilakoni praktisi SEO pemula, mereka luput meriset keyword. Mereka optimasi tidak mengetahui data terpasti jumlah pencaharian keyword yang digunakan, umumnya mereka sekedar menduga-duga, namun SEO tak demikian. Belum jelas keywords yang menurut kalian bagus banyak orang yang memakainya, jadi riset kata kunci amat diperlukan. Admin menemukan di sejumlah forum diskusi SEO, tidak sedikit yang besar hati sudah berhasil membangun website mereka memasuki halaman satu Google didalam waktu singkat, tapi setelah admin coba cek, rupanya keyword yang dipakai sama sekali tak ada yang memakainya. Alhasil walaupun masuk page 1, tetap aja situs sepi pengunjung. Dan jangan salah, tidak tentu keyword yang minim pencariannya memiliki persaingan rendah, sebab dibeberapa kasus kami menemukan keyword dengan total pencarian sedikit tapi tingkat persaingannya amat tinggi. Inilah gunanya riset, bila kalian mengincar keyword semisal itu, sudah susah payah optimasi website sampai masuk page 1, tapi setelah sukses ke page 1, tak berpengaruh atas traffic ke website kalian.  Jangan mengulang kesalahan yang sama, lebih baik kerjakan riset hingga optimasi web, bila kalian tak tahu gimana cara riset keyword bisa cari artikel yang membahas masalah ini. Kalian pun bisa memakai Jasa Riset Keyword, ini kalian bakal mendapatkan ratusan keyword yang bisa kalian pilih, detail dengan data total pencarian perbulan, rata-rata pencaharian satu tahun terakhir dan level persaingan keyword.

Ubah Konten? Pikir Dulu Dua Kali!

Mungkin kalian punya kebiasaan yang serupa seperti saya, gemar merubah isi konten didalam web atau situs, rupanya kebiasaan ini dapat mempengaruhi ranking web atau situs kalian di halaman pencaharian Google. Baru-baru ini saya merubah isi konten dari suatu web dan hari ini admin melihat peringkat konten itu turun drastis di halaman pencaharian Google. Untuk kami ini tak menjadi masalah sebab ini memang satu dari banyak bagian uji coba yang admin lakukan, tesnya ialah seberapa besar efek keyword density (kerapatan keywords) terhadap hasil pencaharian Google dan hasilnya amat berpengaruh. Lebih jelasnya keyword density itu adalah persentase kepadatan keywords didalam suatu konten berbanding dengan setiap kata yang berada didalam konten itu. Contoh:  suatu konten dengan 500 kata didalamnya ada 5 kali pengulangan keywords, maka keyword densitynya ialah 5/500 X 100% = 1%.

Berapa % Keyword Density terbaik?

Setiap praktisi SEO bakal memberikan jawaban yang beda untuk menjawab pertanyaan seperti ini, ada yang jawab 0,5% hingga 2% ada pula yang jawab sampai 5%. Jalan satu-satunya tuk mendapatkan jawabannya ialah dengan praktek segera, tes dan lihat hasilnya kemudian kalian akan mendapatkan jawaban kalian sendiri. Uji coba ini bukanlah pertama kali dilakukan, namun sudah beberapa kali lalu hasilnya sama, merubah konten dengan mempertimbangkan keyword densitynya maka bakal menyebabkan konten itu mengalami kenaikan ranking di halaman pencaharian dan berlaku juga sebaliknya. Anggota kursus SEO angkatan perdana sanggup menembus halaman 2 Google bahkan tiba-tiba halaman utama Google dengan cuma merubah kerapatan keywordsnya. Setelah merubah konten dan membetulkan keyword densitynya berikutnya yang perlu kalian perbuat ialah memberitahu Google bila isi konten kalian telah berubah hingga Google akan crawling ulang kontennya dan mengupdate database mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published.