Nasib Punggawa MU yang Telah Dijual Era Louis Van Gaal

Posted on

Nasib Punggawa MU yang Telah Dijual Era Louis Van Gaal

Nasib Punggawa MU yang Telah Dijual Era Louis Van Gaal – Manchester United menghabiskan musim yang sarat kisah bersama dengan Louis Van Gaal. Pria dari Belanda itu bergerak selama dua tahun di Old Trafford jelang digantikan Jose Mourinho. Segi positifnya, Van Gaal menolong klub memperoleh FA Cup pertama didalam 12 tahun, mengundang pemain favorit fans Ander Herrera lalu mengorbitkan pemain muda sebagaimana Marcus Rashford. Meski begitu, Van Gaal mendapatkan kritik tajam karena gaya permainan yang diberlakukannya dominan membosankan. Tidak hanya itu, sang menejer pun pernah menjual sejumlah pemain skuad utama Setan Merah. Paling tidak ada 13 pemain yang dijual MU di masa kepemimpinan Van Gaal. Di bawah ini nasib mereka berikutnya setelah hengkang Old Trafford sama seperti dilansir Squawka.

Angel Di Maria – Angel Di Maria adalah pemain paling mahal Manchester United jelang kunjungan Paul Pogba di musim panas belum lama ini. Ia rasa-rasanya tidak cocok kepada sistem Louis van Gaal lalu hengkang usai cuma satu musim. Pesepakbola Argentina yang tampak cemerlang bersama dengan Jose Mourinho di Real Madrid hal tersebut menghabiskan musim debut yang spektakuler di PSG dengan memenangi treble domestik serta membukukan gol pada final Piala Liga Prancis.

Danny Welbeck – Cedera amat menghambat karir Danny Welbeck usai keluar dari Manchester United. Akan tetapi, saat kondisinya fit, Welbeck teruji bisa sebagai opsi yang begitu berguna untuk Arsenal. Welbeck sebetulnya bisa menjadi pesepakbola yang ideal untuk Jose Mourinho sebab cukup versatile pun mempunyai work rate yang baik. Tidak hanya itu, ia pun kian menghantui mantan timnya sebab sudah menyarangkan tiga gol menghadapi mereka.

Javier Hernandez – Javier Hernandez melulu kesulitan mendapat waktu bermain secara reguler di Old Trafford. Tetapi, baru saat masa Louis van Gaal dirinya dipersilahkan berpindah secara permanen usai tampil lumayan baik di Real Madrid. Pesepakbola asal Meksiko tersebut sebagai pencetak gol paling banyak buat Bayer Leverkusen pada saat musim debutnya dengan memborong 17 dari 28 laga dan tentu akan sebagai salah satu finisher top di skuat MU saat ini.

Jonny Evans – Saat Louis Van Gaal pertama kali masuk dengan Manchester United, dirinya bersikeras buat memainkan tiga bek lalu Jonny Evans rasa-rasanya bisa melakoni instruksi manajer Belanda itu. Buat beberapa alasan, Van Gaal rupanya belum yakin dengan kesanggupan pemain Irlandia Utara tersebut lalu menjualnya ke West Brom usai cuma satu musim. Apakah dirinya lebih buruk dari Chris Smalling ataupun Phil Jones? Jawabannya tidak!

Shinji Kagawa – Kadang-kadang transfer sungguh tidak melulu berakhir sukses. Saat Sir Alex Ferguson membeli Shinji Kagawa usai beberapa musim yang gemilang dengan Borussia Dortmund, itu terlihat seperti bisnis cerdik. Pesepakbola Jepang itu rasa-rasanya bakal sebagai playmaker primer United tetapi kehadiran Robin Van Persie menjadikan fokus serangan jadi bergeser menuju pemain asal Belanda itu. Keadaan Kagawa tidak pernah fit dan tidak banyak melakukan kekeliruan sejak balik lagi ke BVB.

Robin van Persie – Robin Van Persie nyaris sendirian mengantar Manchester United mendapat gelar Premier League terakhir di tahun 2013 lalu semua orang mengira dirinya akan sebagai bagian vital dari rencana Louis Van Gaal usai jadi kapten tim Belanda yang menduduki peringkat ketiga di Piala Dunia 2014. Akan tetapi, secara mengejutkan Van Persie malah dijual Fenerbahce. Pada saat berada di Turki, Van Persie kesusahan menampilkan permainan terbaiknya dengan demikian menunjukkan bila Van Gaal melepasnya di waktu yang ideal.

Alexander Buttner – Alexander Buttner berkunjung ke Manchester United di masa kepemimpinan Sir Alex Ferguson. Akan tetapi, pemain Belanda tersebut kurang cukup bagus tuk bermain di klub sekaliber Setan Merah. Semenjak meninggalkan Old Trafford, Buttner telah melakukan karir di Dynamo Moscow, Anderlecht serta Vitesse Arnhem namun tak sempat kinclong disana.

Nani – Nani melulu mempunyai kemampuan merubah permainan tetapi masalahnya dirinya belum bisa melaksanakan hal itu dengan konsisten buat Manchester United. Nani bermain cukup bagus ketika membela negaranya Portugal merengkuh gelar Euro 2016 di Prancis. Tetapi, bergabung bersama Valencia sepertinya menjadi pilihan yang buruk.

Wilfried Zaha – Pembelian akhir Sir Alex Ferguson saat di Manchester United, Wilfried Zaha belum pernah diberi banyak waktu guna memperlihatkan kualitasnya di Old Trafford lalu persilahkan joint lagi dengan Crystal Palace dengan permanen usai menjalani waktu peminjaman. Zaha belum lama menikmati musim yang sangat sukses didalam karirnya lalu kemungkinan bakal menarik atensi klub-klub yang kian besar musim panas bila dirinya memutuskan tidak menambahkan masa baktinya di Selhurst Park.

Rafael – Rafael merupakan pemain terkenal lain di Old Trafford yang nampaknya tidak pernah dapat meyakinkan Louis Van Gaal bersecara kualitasnya sehingga musti meninggalkan Manchester United. Harga transfer 2,5 juta pounds kelihatannya begitu murah buat pemain sekaliber ia, tetapi ia tidak dirindukan karena Antonio Valencia sebagai sekian dari pemain terbaik Setan Merah di musim ini.

Bebe – Sekian dari pembelian yang sangat aneh didalam sejarah sepakbola. Manchester United malah tidaklah menyesal menjual Bebe ke Benfica tahun 2014. Walau gagal memberi dampak apapun atas raksasa Portugal ini, dirinya tampil lumayan positif di Spanyol dengan Rayo Vallecano dan saat ini Eibar.

Michael Keane – Michael Keane menjadikan debut Premier League dibawah Louis Van Gaal, masuk kontra Sunderland, jelang bermain 90 menit full saat diinjak MK Dons dengan selisih 4-0 di Piala Liga. Beberapa hari selanjutnya, Louis van Gaal meminjamkannya kepada Burnley sebelum menjualnya dengan permanen bulan Januari selanjutnya. Sejak kala itu dirinya menjadi pemain internasional Inggris lalu sedang dikaitkan lagi ke Old Trafford dengan biaya mahal.

Leave a Reply

Your email address will not be published.